13 Nopember 2011

Tahun II - No. 46

 

 

ANUGERAH DAN TANGGUNG JAWAB


Setiap hari kita diberikan rahmat dan anugerah oleh Tuhan. Ada banyak anugerah yang kita terima dari kemurahan Tuhan, namun bagaimana kita dapat menggunakan dan bertanggung jawab atas anugerah yang kita terima. Injil hari Minggu ke 33 menggambarkan bagaimana Yesus dalam pengajaran kepada para muridNya bahwa setiap orang diberikan anugerah oleh Allah.

Dalam injil Matius 25:14-30 Yesus menggambarkannya dalam perumpamaan seorang tuan yang memanggil hamba-hambanya dan kepada mereka, tuan itu mempercayakan hartanya untuk digandakan. Kepercayaan dan tanggungjawab mereka sangat diharapkan tuannya, sekembalinya dari bepergian ke luar negeri.

Dua orang hambanya kemudian melaporkan hasil yang menggembirakan tuannya, sedangkan seorang hambanya sebaliknya tidak menghasilkan apa-apa saat tuannya minta pertanggungjawaban atas kepercayaan yang telah tuannya berikan. Kepada hamba-hamba yang telah menghasilkan laba yang menggembirakan, tuan itu mengajak mereka untuk masuk dalam kebahagiaan dipertentangkan dengan seorang hamba yang menyembunyikan harta tuannya. "siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil darinya dan dia dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap"(ay.29-30). Nasehat atau wejangan Yesus pada para muridNya ini merupakan wejangan-wejanganNya dalam konteks akhir jaman.

Apa yang menjadi amanat bagi kita, umat beriman? Perumpamaan ini mengarahkan pandangan kita kepada hari kedatangan Tuhan pada akhir jaman dan pengadilan terakhir. Yang ingin ditekankan dalam bacaan ini yaitu penilaian Tuhan kepada orang beriman tentang tingkah laku dan tanggungjawabnya. Kita sebagai orang beriman diberikan anugerah besar, bukan sebagai hadiah saja, melainkan sebagai "modal" kita untuk hidup dan tanggung jawab kepadaNya.

Yang disoroti yaitu tanggungjawab setiap orang. Kalau ia mampu untuk melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, ia akan mendapatkan kebahagiaan. Sebaliknya, bila ia menyimpan anugerah dan tidak dipakai, pemberian Tuhan itu akan hilang lenyap. Nah, pada akhir jaman yang dituntut oleh Tuhan adalah bagaimana kita mempertanggung jawabkan segala anugerah yang kita terima.

Tuhan telah memberikan kepada kita agar hidup yang kita terima ini dapat dikembangkan dan disuburkan dengan berbagai kemampuan kita. Kita tidak boleh menyimpan kemampuan yang kita terima hanya untuk kita simpan. Kecenderungan kita manusia yaitu bila kita tidak mau mempertanggung jawabkan apa yang kita terima, kita sering tidak menerima diri atau selalu menyalahkan. Contoh kecil yang dapat menjadi permenungan kita, misalnya, kita diberikan anugerah kehidupan dan kesehatan. Seringkali kita kurang menjaga kesehatan kita secara bertanggungjawab. Namun setelah kesehatan kita terganggu, kita kecewa dan marah terhadap Tuhan. Bahkan mungkin kita marah kepada Tuhan. Marilah kita terus membangun dan mengembangkan anugerah-anugerah yang telah diberikan Tuhan dan kita pertanggung jawabkan dengan baik. Sekecil apa pun anugerah Tuhan, hendaklah kita kembangkan.

Kita tidak harus merasa iri hati karena menerima anugerah yang kecil, sementara orang lain menerima lebih besar dan baik. Tuhan hanya ingin kita dapat mengembangkan dan mempertanggung jawabkan dengan baik. Kita jangan berpikir lain, apabila ternyata orang lain menerima anugerah yang lebih besar, tetapi orang tersebut perbuatan dan sikapnya tidak baik. Tuhan pasti mempunyai rencana sendiri untuk kita masing-masing. Setiap orang diberikan anugerahnya sesuai dengan kemampuannya.

Tuhan akan membimbing hidup kita bila kita dengan tulus dan rendah hati menerima pemberianNya dan terus mengembangkannya bagi hidup kita. Selamat merenung.

Yus Noron, Pr
St. Maria Regina, Bintaro Jaya