20 Nopember 2011

Tahun II - No. 47

 

IJ KASIMO, PAHLAWAN NASIONAL


Salah satu tokoh Katolik ternama di Indonesia, yaitu Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono atau dikenal IJ Kasimo (1900 – 1986), dianugerahi gelar sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah melalui Presiden Susilo Bambang Yudoyono pada tanggal 8 November 2011 di Istana Negara Jakarta dalam rangkaian perayaan Hari Pahlawan 2011.

IJ Kasimo, anak seorang prajurit keraton Yogyakarta pernah menjadi murid di Sekolah Guru Muntilan dan  menjadi Katolik di bawah asuhan Pater van Lith, SJ. IJ Kasimo muda banyak mengabdikan diri dan karyanya di bidang pendidikan. Selain pendidikan, ia pernah juga bekerja sebagai mandor perkebunan karet. Namun karena keberaniannya membela buruh-buruh yang ditindas, ia akhirnya dipindah kembali menjadi guru pertanian. Kedalamannya akan penghayatan iman Katolik dalam hidup nyata di masyarakat dan bangsanya sangat dipengaruhi oleh pemahamannya tentang Ajaran Sosial Gereja (ASG). Inspirasi dari ASG yang menekankan kemerdekaan, persamaan hak dan persatuan bangsa mendorong IJ Kasimo untuk mulai aktif di berbagai organisasi pergerakan dan politik.

IJ Kasimo Pendiri Partai Katolik telah berjasa sebagai salah satu pelaku sejarah pergerakan awal kemerdekaan Indonesia. IJ Kasimo turut berjasa memperjuangkan pluralisme di Indonesia. Sebagai pemimpin yang jujur, berani dan konsisten, IJ Kasimo juga memberikan teladan nyata dalam pengabdian tanpa pamrih bagi bangsa, serta bagaimana berpolitik yang beretika dan bermartabat.


IJ Kasimo pernah menjadi Menteri Muda Kemakmuran (1947-1948), Menteri Persediaan Makanan Rakyat (1948-1949), Menteri Kemakmuran (1949-1950), dan Menteri Perekonomian (1955-1956). Selama menjadi Menteri, ia mengusahakan swasembada pangan ketika hubungan dengan dunia luar terputus. Dalam persidangan di Konstituante, ia juga turut memperjuangkan Pancasila sebagai Dasar Negara. Selain itu, IJ Kasimo berhasil mengubah citra golongan Katolik sebagai unsur yang melekat dari kolonialisme menjadi  bagian integral dari bangsa Indonesia.

Untuk kalangan Katolik sendiri, IJ Kasimo dipandang sebagai “bapak politik” bagi umat Katolik Indonesia. Melalui Partai Katolik yang dipimpinnya, ia menekankan bahwa iman Katolik adalah iman yang harus menggema dalam hidup bermasyarakat sehari-hari. Ia melihat politik sebagai sebuah sarana perjuangan yang harus dilaksanakan dengan menjunjung kemanusiaan dan mengedepankan kesejahteraan masyarakat. Sebagai seorang Katolik, ia berani berdiri di persimpangan, mewartakan yang benar,  dan atas keyakinan serta imannya ia berani memperjuangkan kebenaran itu.

Perjuangan politik IJ Kasimo, menjadi simbol keteladanan politik bermoral, berintegritas dan berkomitmen tinggi untuk kepentingan  negara, bangsa dan kesejahteraan rakyat. Ia telah mewariskan keteladanan berpolitik yang jujur, terbuka, sederhana, bersih, dengan nilai spiritualitas seorang politisi yang teguh dalam prinsip dan luwes dalam tindakan.

Sebagaimana perjuangan IJ Kasimo, maka berpolitik memang tidak untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk mengabdi kepada rakyat, membela siapa pun yang diperlakukan tidak adil dan mengabdi kepada kepentingan umum.

Karena perjuangannya, IJ Kasimo mendapat anugerah Bintang Ordo Gregorius Agung dari Paus Yohanes Paulus II dan diangkat menjadi Kesatria Komandator Golongan Sipil dari Ordo Gregorius Agung. Sementara oleh Pemerintah Indonesia, beliau diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

Kita umat Katolik diajak untuk bercermin pada karakter dan pribadi sosok IJ Kasimo. Ia adalah potret bagaimana “iman Katolik” bersuara dan mungkin merupakan sebuah “sketsa” Gereja Katolik yang bersuara, menggema dalam hidup dan memberanikan diri berpijak pada “yang benar”.