Warta 27 Oktober 2019
Tahun X - No.43

Hari Pangan Sedunia

[Download versi lengkap warta - PDF]

Hari Pangan Sedunia

Pada bulan November 1979, dalam Konferensi Umum ke-20 FAO (Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian), lembaga di bawah Perserikatan Bangsa Bangsa, mencetuskan perlunya kita sebagai warga dunia bersama-sama memperhatikan pentingnya ketersedian pangan bagi seluruh dunia. Dr. Pal Romany Menteri Pertanian dan Pangan dan saat itu juga sebagai Pimpinan Delegasi Pemerintah Hongaria berperan penting sebagai orang yang mengusulkan ide perayaan Hari Pangan Sedunia. Dalam Konferensi itu ditetapkan tanggal 16 Oktober, tanggal berdirinya FAO sebagai tanggal peringatan Hari Pangan Sedunia setiap tahunnya. Sejak tahun 1981, setiap tahunnya dipilih satu tema peringatan Hari Pangan yang berbeda, tapi secara mendasar Ketahanan Pangan atau kemampuan setiap individu manusia mendapatkan makanan secara mencukupi selalu menjadi hal yang mendasari. Dan bila kita renungankan, mudah kita sadari bahwa sering kali kecukupan pangan tidak dapat dicapai dengan hanya memproduksi lebih banyak, karena sering ketahanan Pangan terjadi karena ketidakadilan dan tidak meratanya pembagian dari apa yang tersedia.

Hari Pangan Sedunia diperingati oleh lebih dari 150 negara, termasuk di Indonesia. Apa yang mendasari kita dan banyak Negara di dunia memperingati Hari Pangan Sedunia? Hal yang paling utama adalah untuk mengucap syukur dan mengingatkan kita semua untuk bersama meningkatkan kepedulian kita terhadap masalah kemiskinan dan kelaparan. Bagi kita umat Katolik, rasanya bukan hal yang asing bahkan menjadi sesuatu yang sudah menyatu dengan denyut hidup kita, bahwa berbagi dan berbelarasa dalam semangat Kasih Allah adalah suatu kebahagiaan dan sama sekali bukan beban. Kebahagian karena kesempatan yang kita peroleh untuk membalas kasih-Nya dengan berbelarasa pada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kebahagiaan karena keyakinan Iman kita bahwa Yesus akan melipat gandakan apa yang kita berikan, sebagaimana Dia telah mengenyangkan 5.000 orang dengan lima roti dan dua ikan.

Hari Pangan SeduniaPertanyaannya, apakah cukup memperingatinya saja? Peringatan tentu baik untuk membawa kesadaran dan membangkitan nurani kita, tapi tanpa tindakan nyata, hanya membuktikan kita tidak lebih dari para Ahli Taurat. Maka dalam semangat Hari Pangan Sedunia untuk memerangi kekurangan dan ketidakadilan pangan, pada tanggal 27 Oktober 2019 kita akan peringati dan rayakan Hari Pangan Sedunia bersama-sama. Kita peringati dalam Misa di hari Minggu itu dan kita lanjutkan dengan berkumpul selepas Misa di lahan parkir basement gereja. Kita dapat berbagi cerita dan bergembira sambil menikmati makanan dan minuman yang dijual pedagang-pedagang kecil di sekitar SanMaRe. Dan dalam kebersamaan itu, dengan tema “Satu Untukku dan Satu Untukmu” kita akan menyisihkan sebagian dari apa yang kita belanjakan untuk berbagi dengan saudara kita yang berkekurangan. Satu porsi yang kita beli hari itu juga merupakan satu porsi bagi mereka yang membutuhkan. Pasti tidak akan cukup, tapi bukankah sebuah perjalanan terjadi karena satu demi satu langkah yang diambil? Lewat langkah kecil ini kita dapat lebih mengenal para pedagang kecil disekitar kita dan demikian pula mereka juga akan lebih mengenal kita dan kehadiran SanMaRe ditengah mereka. Lewat langkah kecil ini pula kita dapat berbagi, mulai dengan satu porsi makan, menuju persaudaraan dalam Kasih.

Akhirnya, kami atas nama Dewan Paroki dan Panitia Peringatan Hari Pangan Sedunia kembali mengajak kita semua untuk memperingati dan merayakan Hari Pangan Sedunia, melalui ucapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan dan dengan langkah nyata untuk berbagi dari apa yang kita nikmati. “Satu Untukku dan Satu Untukmu” **

Ditulis oleh Joseph Georgino Godong