Warta 1 September 2019
Tahun X - No.35

Bulan Kitab Suci 2019
Belajar Berhikmat dari Tokoh Kitab Suci

[Download versi PDF]

Bulan Kitab Suci 2019 - Belajar Berhikmat dari Tokoh Kitab Suci

Tahun Berhikmat, yang dicanangkan Gereja Keuskupan Agung Jakarta sepanjang 2019, mengajak seluruh lapisan umat beriman mulai dari pribadi, keluarga, lingkungan, wilayah, paroki, dekenat, termasuk para imam, biarawan dan biarawati, untuk menghidupi dan menghayati spiritualitas hikmat. Segenap umat beriman senantiasa berjerih payah mewujudkan hikmat tersebut sebagai sebuah jawaban konkrit atas panggilannya menuju kesucian hidup kristiani yang didasari oleh Kitab Suci, Dogma, dan Magisterium.

Penghayatan dan pengolahan hikmat tidak dibatasi dalam ruang lingkup hidup menggereja saja, melainkan juga sangat membantu umat beriman dalam terlibat aktif dalam kehidupan berbangsa sebagai warga negara yang baik, di mana umat beriman KAJ diajak untuk mengaktualkan iman Kristiani dalam konteks penghayatan terhadap nilai-nilai Pancasila, khususnya sila yang keempat.

Hikmat yang begitu kental dalam khasanah kekayaan iman Gereja seolah menjadi penunjuk arah yang mengarahkan Gereja KAJ sebagai Gereja yang bisa dipercaya, melibatkan kaum awam, demokratis, inklusif, melayani, mau mendengarkan, mau turun ke bawah, berujung pada gerakan konkrit, dan tetap selalu aktual. Bukan rahasia lagi ternyata hikmat yang selama ini digalakkan telah sedikit banyak membantu umat beriman KAJ untuk tidak gamang dalam pesta demokrasi pemilihan calon presiden-wakil presiden dan anggota legistatif di pusat maupun di daerah.

Bulan Kitab Suci 2019 - Belajar Berhikmat dari Tokoh Kitab SuciMemasuki Bulan Kitab Suci 2019, Gereja KAJ mencoba menerjemahkan tema besar “Kita Berhikmat Bangsa Bermartabat” dengan mengangkat tema khusus yaitu “BELAJAR BERHIKMAT DARI PARA TOKOH KITAB SUCI.” Metode yang digunakan masih Metode Narasi dengan fokus pada karakterisasi. Diharapkan umat KAJ semakin akrab dan mendalami pendekatan sederhana ini, sebelum nantinya kita akan belajar metode-metode yang lainnya dalam membaca Kitab Suci.

Dengan pendekatan karakterisasi ini, BKS KAJ 2019, akan mengangkat 4 tokoh dalam Kitab Suci yang dapat membantu belajar menjadi pribadi yang berhikmat. Keempat tokoh itu:

Raja Salomo, raja bijaksana di Israel yang dikisahkan di Kitab 1 Raja-Raja. Kali ini kita akan mendalami kejatuhan Raja Salomo pada akhir-akhir hidupnya ketika ia sudah menjadi tua. Dari sini kita akan belajar bahwa perjuangan menjadi pribadi berhikmat ternyata tidak pernah selesai. Hikmat tetap harus dipelihara dan dikembangkan terus.

Rasul Simon Petrus. Kita akan mendalami kisah perjalanan Petrus sebagai pribadi berhikmat dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Dua kitab ini memberikan gambaran cukup lengkap bagaimana Tuhan Yesus betul-betul mendidik Simon Petrus dalam suka duka, jatuh bangun dan kegagalan demi kegagalannya dalam menjadi murid Tuhan.

Pewartaan Nabi Yoel tentang kehancuran lingkungan hidup dan pemulihannya. Salah satu pintu masuk untuk mengenal hikmat Allah adalah dengan mencermati alam semesta ciptaan Allah. Nabi Yoel adalah pribadi yang sangat peka terhadap kehancuran alam ciptaan yang dialaminya. Dalam nubuatnya, Nabi Yoel membongkar satu rahasia untuk mengatasi kehancuran itu.

Kisah Bileam, seorang tukang tenung dalam Kitab Bilangan. Kisah Bileam sangat menarik untuk dibaca karena menghantar kita pada kenyataan bahwa hikmat Allah pun bisa dikenali dan bekerja pada diri pribadi dan kelompok-kelompok lain. Hikmat tidak membuat kita menjadi pribadi yang eksklusif. Hikmat adalah sebuah jembatan untuk komunikasi dan bekerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik.**

Diambil dari Buku Panduan BKS 2019