Warta 3 Maret 2013

Tahun IV - No. 09


"ALLAH SELALU SABAR"


Renungan dari Injil Lukas 13:1-9

Penyanyi Ebiet G. Ade dalam lantunan lagunya..."mungkin alam mulai bosan, melihat tingkah kita" sangatlah tepat untuk menggambarkan situasi kita saat ini. Musibah datang silih berganti, mulai dari banjir dan tanah longsor dimana-mana yang menghilangkan banyak nyawa manusia. Musibah kecelakaan mobil, kereta, pesawat dan musibah politik serta maraknya korupsi yang semakin menyakitkan hati bangsa kita. Ada banyak musibah lain yang menyakitkan hati, kekerasan rumah tangga, kekerasan terhadap anak-anak dan menurunnya moral yang merusak muka bangsa kita. Maka rasanya tepat kalau lagu itu seperti menggambarkan musibah yang terjadi akhir-akhir ini.

Dalam pesan dan ajakan untuk bertobat, Yesus meminta agar para murid dan orang banyak melakukan pertobatan. Ajakan pertobatan ini dikaitkan dengan musibah-musibah yang terjadi. Kalau orang hanya menuduh orang lain karena kena musibah, orang tak akan mampu memperbaiki diri karena selalu merasa benar (Luk.13:2-5). Seolah dengan menerima musibah orang berada dalam kedosaan. Yesus justru menegur orang yang tak mampu mengerti nilai dan makna dari musibah itu. Yesus mengajak orang banyak untuk melakukan pertobatan.
Kemudian Yesus memberikan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah       ( ay. 6-8). Ia menanamkan arti agar orang melihat bahwa Allah selalu memiliki kesabaran. Allah masih memberikan kesempatan kepada manusia untuk memperbaiki dan memperbaharui diri. Jika manusia tidak melakukannya, ia kehilangan kesempatan. Manusia masih diberi waktu untuk berubah. Inilah tanda kesabaran Allah pada manusia.

Perumpamaan tentang pohon ara ini melukiskan kasih sayang dan kesabaran hati Allah pada manusia. Hal ini hendaknya menggugah dan menyadarkan kita semua akan kebaikan dan cinta Allah agar manusia dapat menghasilkan buah-buah melalui pertobatan.
 
Kita diajak untuk merenungkan bahwa musibah-musibah yang terjadi haruslah menggugah kita semua untuk bersatu dan memperbaharui serta membangun sendi-sendinkehidupan. Bapak Gubernur DKI, Jokowi selalu mengajak seluruh warga untuk saling bantu membantu dan memahami sambil memperbaharui diri, mengubah pola pikir dan cara hidup. Hal ini juga sesuai dengan ajakan APP th 2013, semakin beriman, semakin bersaudara dan semakin berbela rasa.

Sebagai bahan renungan: apakah kesabaran Allah mendorong saya untuk bertobat dan memperbaharui diri?
Selamat merenung dan mempersiapkan memasuki masa prapaskah 3.

Salam,
Yus Noron, Pr.
St. Maria Regina, Bintaro Jaya